• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to footer
Isa Islam & Ilmu Hitam

Isa Islam & Ilmu Hitam

Apakah pendapat Isa Al-Masih tentang ilmu gaib?

  • Beranda
  • Maksud Situs Ini
  • Artikel
  • Video
  • Hubungi Kami
Anda di sini: Beranda / Artikel / Uang Gaib, Jalan Mukmin Dan Nasrani Menjadi Kaya!?

Uang Gaib, Jalan Mukmin Dan Nasrani Menjadi Kaya!?

Kita sering kurang duit, bukan? Jarang ada cukup. Terlebih saat ini harga sembako terus naik. Juga, tidak semua orang punya dana esktra untuk kontrak rumah, beli sepeda motor dan uang sekolah anak.

Akibatnya, tidak jarang masyarakat percaya dengan ceritera mengenai uang gaib. Bagaimana Anda mencari jalan keluar bila dana kurang? Kirimkan jawaban Anda lewat email ini!

Uang Gaib, Jalan Menjadi Cepat Kaya – Idaman Kuno!

Isa pernah berceritera mengenai buruh tanah yang bekerja di ladang orang lain. Sambil membajak ia menemukan harta terpendam yang sangat berharga. Tuan tanah tak sadar akan adanya harta ini. Bagaimana tindakan si buruh? Kita akan membahasnya nanti.

Terlebih dulu mari kita menyelidiki uang gaib, yang sebagian merasa jalan gampang menjadi kaya!    

Mendapat Uang Gaib dengan Menjual Sate Gagak  

Informasi di internet mengajar kita kunci/cara dan ritual mendapat uang gaib milyaran.

Pertama, pergi ke hutan dengan dukun pada malam hari. Kemudian, panggang sate gagak sambil, setelah itu jajakan sate tersebut.

Berjam-jam kita memanggil sehingga makhluk halus muncul. Terjadi tawar-menawar dengannya hingga akhirnya mendapat milyaran rupiah untuk sate gagak yang kita jual. Kelihatannya makhluk halus sangat senang dengan sate gagak!

Sikap Agama Islam dan Nasrani pada Uang Gaib 

Pesugihan dan uang gaib, menurut agama Islam haram. Agama Islam juga sangat melarang bersekutu dengan makhluk-makhluk gaib.

Ayat suci Allah melarang pengikut Isa Al-Masih terlibat dengan ilmu gaib. Jadi orang Nasrani menolak interaksi dengan semua macam jin (Injil, Surat Galatia 5:20).

Kembali kepada Buruh Tani dan “Harta Terpendam” 

Si buruh tidak mencuri harta terpendam yang ia temukan. Ia membiarkannya saja.

(Injil, Rasul Besar Matius 13:4)

Tapi ia segera menjual semua hartanya dan menemui tuan tanah. Setelah tawar-menawar ia membeli ladang itu. Jadi harta yang terpendam menjadi miliknya. Dia cepat kaya.

Bukan “Uang Gaib” tetapi “Harta Terpendam” yang Kita Perlukan

Kita semua memerlukan duit. Karena itu ada orang yang tertarik pada uang gaib, misalnya menjual sate gagak, walau agama melarang.

Isa Al-Masih mengajarkan, kekayaan utama dalam dunia ialah mengenal Allah dan mendapat jaminan masuk surga. Isa sendirilah Juruselamat. Demikian kita sungguh menjadi “kaya” bila kita kenal Dia. Ia-lah “Harta yang Terpendam,” “Jalan” masuk surga.

Mengapa orang lebih tertarik kepada uang gaib daripada ke harta kekal di sorga?

“Harta yang Terpendam” yang Memperkaya Kita

Perumpamaan “Harta Terpendam” mengajar kita, untuk menjadi sungguh kaya, kita perlu menjadi pengikut Isa Al-Masih. Isa-lah “harta terpendam” itu! Dengan demikian percayalah pada Isa Al-Masih. Jadilah pengikut-Nya. Kekayaan Anda tidak akan ada tandingannya! (Injil Yohanes 10:28, 14:6).

Semestinya kita gembira mengorbankan apa saja untuk mendapat Sang Juruselamat dan hidup yang kekal, bukan?

Fokus Pertanyaan untuk Dijawab Pembaca

Pengelola berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa agama menolak pengikut-pengikutnya mencari uang gaib?
  2. Tahukah Anda seseorang yang berusaha mendapat uang gaib. Alasan apakah yang dipakainya untuk membenarkan pencarian uang gaib?
  3. Mengapa orang lebih berani berkorban untuk mendapat kaya di dunia dan tidak sedia berkorban supaya pasti masuk surga?

Maaf, bila kami terpaksa menghapus pertanyaan yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas.

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on Email Share on WhatsApp Share on SMS

Ditulis tanggal 10 Februari 2020
Ditempatkan di bawah: Artikel


Reader Interactions

Komentar

  1. Sopani mengatakan

    6 November 2020 pada 4:56 am

    ~
    Agama melarang bergantung dengan ghaib karena perbuatan musyrik.

    Reply
    • Staff Isa Islam Ilmu Hitam mengatakan

      24 Februari 2021 pada 7:25 am

      ~
      Hai Sopani,

      Saya setuju dengan Anda untuk tidak bergantung pada yang gaib, apalagi uang gaib. Sebab yang gaib tidak mahakuasa. Sebenarnya sumber pengharapan manusia adalah Isa Al-Masih.

      Mengapa Isa Al-Masih? Karena Isa Al-Masih adalah Allah yang mahakuasa. Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan Anda dari siksaan api neraka.

      Itu sebabnya, setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih tidak merasa takut dan gentar lagi dengan akhirat, karena mereka telah mempunyai kepastian masuk sorga. Ini adalah harta yang sesungguhnya.
      ~
      Solihin

  2. Kasiyadi mengatakan

    9 November 2020 pada 9:47 pm

    ~
    Bagaimana cara keluar dari situasi sulit masalah keuangan? Saya lagi terpuruk masalah ekonomi.

    Reply
    • Staff Isa Islam Ilmu Hitam mengatakan

      24 Februari 2021 pada 7:35 am

      ~
      Hai Kasiyadi,

      Saya bisa mengerti dan memahami situasi Anda saat ini. Memang tidak mudah menjalani kehidupan di saat-saat ini. Banyak orang merasa putus asa dan tidak sanggup keluar dari persoalan itu.

      Sebenarnya Anda membutuhkan lebih dari sekedar menyelesaikan persoalan keuangan. Persoalan keuangan adalah masalah yang nampak di permukaan, tetapi ada sesuatu yang harus Anda miliki ketika Anda mengalami persoalan.

      Hanya Isa Al-Masih yang dapat menolong Anda menyelesaikan rasa putus asa di kehidupan dunia dan akhirat. Sebab Isa Al-Masih adalah Allah yang dapat memberikan Anda kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Silakan Anda menghubungi nomor ini 0812-9530-4930 untuk berbincang-bincang lebih lanjut.
      ~
      Solihin

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa Islam & Ilmu Hitam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 huruf tersedia

Footer

Media Sosial

Ikuti kami dalam Media Sosial Kami.

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami
  • Beranda
  • Maksud Situs Ini
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Hak Cipta © 2026 · Isa Islam & Ilmu Hitam